Cuti

Cuti Tahunan  :

Syarat-syarat mengajukan cuti tahunan :

  • Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun secara terus-menerus.
  • Lamanya cuti tahunan adalah 12 (dua belas ) hari kerja.
  • Cuti tahunan tidak dapat dipecah-pecah hingga jangka waktu yang kurang dari 3 (tiga) hari kerja.
  • Untuk mendapatkan cuti tahunan Pegawai Negeri Sipil bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti.
  • Cuti Tahunan diberikan secara tertulis oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti.
  • Cuti tahunan yang akan dijalankan ditempat yang sulit perhubungannya, maka jangka waktu cuti tahunan tersebut dapat ditambah untuk paling lama 14(empat belas) hari.
  • Cuti tahunanyang tidak di ambil dalam tahun yang bersangkutan dapat di ambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18(delapan belas) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan.
  • Cuti tahunan yang tidak diambil lebih dari 2 (dua) tahun berturut-turut, dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan.
  • Cuti tahunan yang akan dilaksanakan di luar negeri harus mendapat persetujuan dari Menteri Negeri PPN/Kepala Bappenas.

Cuti Sakit

Syarat-syarat Mengajukan Cuti Sakit

  • Pegawai Negeri Sipil yang sakit selama 1 (satu) atau 2 (dua) hari berhak atas cuti sakit, dengan ketentuan, bahwa ia harus memberitahukan kepada atasannya.
  • Pegawai Negeri Sipil yang sakit lebih dari 2 (dua) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari berhak atas cuti sakit, dengan ketentuan bahwa PNS yang bersangkutan harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter.
  • Pegawai Negeri Sipil yang menderita sakit lebih dari 14 (empat Belas) hari berhak atas cuti sakit, dengan ketentuan bahwa PNS yang bersangkutan harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter yang ditunjuk oleh menteri kesehatan.
  • Cuti sakit sebagaimana dimaksud pada point 3 diberikan untuk waktu paling lama 1 (satu) tahun.
  • Cuti sakit sebagaimana dimaksud pada point 3 dapat ditambah untuk paling lama 6 (enam) bulan apabila dipandang perlu berdasarkan surat keterangan dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.
  • Pegawai Negeri Sipil yang tidak sembuh dari penyakitnya dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada point 4 dan 5, harus diuji kembali kesehatannya oleh dokter yang ditunjuk oleh Menteri kesehatan.
  • Apabila berdasarkan hasil pengujian kesehatan sebagaimana dimaksud pada ponit 6, PNS yang bersangkutan belum sembuh dari penyakitnya, maka ia diberhentikan dengan hormat dari jabatannya karena sakit dengan mendapat uang tunggu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Pegawai Negeri Sipil wanita yang mengalami gugur kandungan berhak atas cuti sakit untuk paling lama 1 1/2 (satu setengah) bulan.
  • Untuk mendapatkan cuti sakit sebagaimana dimaksud pada point 9, PNS yang bersangkutan harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter atau bidan.
  • Pegawai Negeri Sipil yang mengalami kecelakaan dalam dan oleh karena menjalankan tugas kewajibannya sehingga ia memerlukan perawatan berhak atas cuti sakit sampai sembuh dari penyakitnya, PNS yang bersangkutan menerima penghasilan penuh.

Cuti Diluar Tanggungan Negara

Syarat-syarat Mengajukan Cuti Diluar Tanggungan Negara (CTLN) :

  • Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun secara terus menerus karena alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak dapat diberikan cuti diluar tanggungan Negara.
  • CTLN diberikan selama-lamanya 3 (tiga) tahiun dan dapat diperpanjang untuk satu tahun berikutnya jika ada alasan penting untuk memperpanjangnya
  • Permintaan perpanjangan CTLN harus sudah diajukan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sebelum CTLN berakhir
  • Selama menjalankan CTLN, Pegawai tidak berhak menerima penghasilan dari negara dan kurun waktu tersebut tidak diperhitungkan sebagai masa kerja
  • Selama menjalankan cuti diluar tanggungan Negara tidak diperhitungkan sebagai masa kerja Pegawai Negeri Sipil
  • PNS yang menjalani CTLN diberhentikan dari jabatannya
  • CTLN harus mendapat persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara
  • PNS yang tidak mela[orkan diri kembali setelah selesai menjalankan CTLN diberhentikandengan hormat sebagai PNS
  • PNS yang melap[orkan diri kembali kepada instansi induknya setelah habis masa menjalankan cuti diluar tanggungan negara, maka :

– Apabila ada lowongan ditempatkan kembali

-Apabila tidak ada lowongan, maka pimpinan instansi yang bersangkutan melaporkan kepada kepala Badan   kepegawaian Negara untuk kemungkinan ditempatkan pada instansi lain.

– Apabila penempatan yang dimaksud tidak mungkin maka PNS yang bersangkutan diberhentikan dari jabatannya karena kelebihan dengan mendapat hak-hak kepegawaian menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Cuti Besar

Syarat-syarat mengajukan Cuti Besar

  • Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun secara terus menerus berhak mendapatkan cuti besar yang lamanya 3 (tiga) bulan.
  • Pegawai Negeri Sipil yang menjalani cuti besar tidak berhak lagi cuti tahunannya dalam tahun yang bersangkutan
  • Untuk mendapatkan cuti besar, Pegawai Negeri Sipil mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti
  • Cuti besar diberikan secara tertulis oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti
  • Cuti besar dapat digunakan oleh Pegawai Negeri Sipil untuk memenuhi kewajiban agama
  • Cuti besar dapat ditangguhkan pelaksanaannya oleh pejabat yang berwenang untuk paling lama 2(dua) tahun, apabila kepentingan dinas mendesak
  • Selama menjalankan cuti besar, Pegawai Negeri Sipil menerima penghasilan penuh.

Cuti Bersalin

Syarat-syarat mengajukan cuti bersalin

  1. Untuk persalinan anak yang petama,kedua, dan ketiga, Pegawai Negeri Sipil wanita berhak atas cuti bersalin
  2. Untuk persalinan anaknya yang keempat dn seterusnya, kepada Pegawai Negeri Sipil wanita diberikan cuti diluar tanggungan Negara
  3. Lamanya cuti bersalin tersebut adalah 1 (satu)bulan sesudah persalinan
  4. Untuk mendapatkan cuti bersalin, PNS yang bersangkutan harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti
  5. Cuti bersalin diberikan secara tertulis oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti
  6. Selama menjalankan cuti bersalin PNS wanita yang bersangkutan menerima penghasilan penuh.

Cuti Alasan Penting

Syarat-syarat Mengajukan Cuti Alasan Penting

  • PNS berhak atas cuti karena alasan penting
  • Ibu,bapak,isteri/suami,anak,kakak,mertua, atau menantu sakit keras atau meninggal dunia
  • Salah seorang anggota keluarga yang dimaksud dalam point 1 meninggal dunia dan menurut ketentuan hukum yang berlaku PNS yang bersangkutan harus mengurus hak-hak dari anggota keluarganya yang meninggal dunia itu
  • Melangsungkan perkawinan yang pertama
  • Lamanya cuti ditentukan oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti untuk paling lama 2(dua) bulan
  • Selama menjalankan cuti, PNS yang bersangkutan menerima penghasilan penuh.

Persyaratan berkas Cuti

Cuti melahirkan dan Cuti Sakit

  • Sk Cpns
  • Sk Pns
  • Pangkat Terakhir
  • Pengantar dari unit kerja
  • Surat Keterangan dari Dokter

Cuti Umroh Dan Haji

  • Sk Cpns
  • Sk Pns
  • Sk Pangkat Terakhir
  • Pengantar dari unit kerja
  • Surat dari Depag Untuk tanggal keberangkatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *